Kamis, 16 Juli 2015

Dalil mengenai Zakat Fitrah dengan Uang

Dalil mengenai Zakat Fitrah dengan Uang. Di dalam hadis-hadis tentang zakat fitrah, kita akan mendapatkan bahwa zakat fitrah itu berupa tha’aam (makanan). Adapun hadis-hadis itu sebagai berikut:
عَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ فَرَضَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ زَكَاةَ الْفِطْرِ صَاعًا مِنْ تَمْرٍ أَوْ صَاعًا مِنْ شَعِيرٍ
Ibnu Umar mengatakan, "Rasulullah saw. mewajibkan zakat fitrah satu shaa' dari kurma, atau satu sha dari syair (gandum)” (HR. Al-Bukhari, Shahih Al-Bukhari, II:548, No. hadis 1439)
عَنِ ابْنِ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَرَضَ زَكَاةَ الْفِطْرِ مِنْ رَمَضَانَ عَلَى النَّاسِ صَاعًا مِنْ تَمْرٍ أَوْ صَاعًا مِنْ شَعِيرٍ عَلَى كُلِّ حُرٍّ أَوْ عَبْدٍ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى مِنَ الْمُسْلِمِينَ
Dari Ibnu Umar bahwa Rasulullah saw. mewajibkan zakat fitrah satu shaa' dari kurma, atau satu shaa’ dari syair (gandum), atas hamba sahaya, orang yang merdeka, laki-laki, perempuan, anak kecil dan dewasa dari kalangan muslimin. (HR. Al-Bukhari, Shahih Al-Bukhari, II:548, No. hadis 1439)
Dari hadis-hadis di atas kita dapat mengetahui bahwa bahwa Rasulullah saw. menetapkan zakat fitrah dengan dua jenis makanan: kurma & gandum.
Apabila hadis-hadis diatas dibaca secara mantuq (makna tersurat) dan konsisten tidak akan menerima mafhum (makna tersirat), maka zakat fitrah yang wajib dikeluarkan terbatas jenisnya, yakni kurma dan gandum. Adapun kata Tha’aam pada hadis Abu Sa’id Al-Khudriy tidak dapat dimaknai makanan secara umum karena sudah ada bayaan tafshiil (keterangan terperinci) pada hadis-hadis di atas.
Berdasarkan pendekatan mantuq hadis-hadis itu, maka zakat fitrah dengan beras atau jagung pada dasarnya tidak sesuai dengan mantuq-nya, kedudukannya sama dengan mengeluarkan dalam bentuk qiimah (harga atau nilai barang).
Namun, benarkah demikian pesan utama Nabi saw., yaitu bahwa zakat fitrah wajib dikeluarkan hanya dalam bentuk kurma dan gandum?
Hemat kami, kalimat min tamrin atau min sya’iir dalam struktur kalimat di atas fungsinya bukan bayaan lit takhsiis (keterangan pengkhusus), melainkan bayaan lit tanshiish (keterangan penegas/prioritas) sesuai dengan situasi dan kondisi muzakki (wajib zakat) dan mustahiq (penerima zakat) di suatu daerah tertentu. Hal itu didasarkan atas pertimbangan sebagai berikut:
Pertama, dari sisi Muzakki
Kedua jenis makanan tersebut pada waktu itu lebih mudah didapat atau biasa dimiliki secara umum. Kondisi ini demikian itu dapat kita peroleh dalam praktik pembayaran zakat fitrah yang dilakukan oleh para sahabat sebagai berikut:
عَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ : سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم حِينَ فَرَضَ صَدَقَةَ الْفِطْرِ يَقُولُ : صَاعٌ مِنْ تَمْرٍ أَوْ صَاعٌ مِنْ شَعِيرٍ قَالَ : فَكَانَ ابْنُ عُمَرَ لاَ يُخْرِجُ إِلاَّ التَّمْرَ فَفَنِيَ تَمْرُهُ عَامًا فَأخْرَجَ صَاعَ شَعِيرٍ مَكَانَ التَّمْرِ
“Dari Ibnu Umar, ia berkata, “Saya mendengar Rasulullah saw. ketika mewajibkan zakat fitrah, beliau bersabda, ‘Satu sha' kurma, atau satu shaa’ syair (gandum). Nafi berkata, ‘Ibnu Umar Ra. bila berzakat tidak pernah mengeluarkan yang lain selain kurma. Pada suatu tahun ketika kurmanya rusak ia mengeluarkan satu sha’ gandum sebagai pengganti kurma.” HR. Abd bin Humaid, Musnad Abd bin Humaid, I:549, No. 1440)
Dalam riwayat lain, Nafi’ menjelaskan dengan redaksi sebagai berikut:
أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عُمَرَ كَانَ لاَ يُخْرِجُ فِي زَكَاةِ الْفِطْرِ إِلاَّ التَّمْرَ إِلاَّ مَرَّةً وَاحِدَةً فَإِنَّهُ أَخْرَجَ شَعِيراً
“Sesungguhnya Ibnu Umar Ra. dalam berzakat fitri tidak pernah mengeluarkan yang lain selain kurma kecuali satu kali, ia mengeluarkan gandum.” HR. Malik, Al-Muwatha :222, No. 778)
فَكَانَ ابْنُ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا يُعْطِي التَّمْرَ فَأَعْوَزَ أَهْلُ الْمَدِينَةِ مِنْ التَّمْرِ فَأَعْطَى شَعِيرًا
“Ibnu Umar Ra. bila berzakat dia memberikannya dengan kurma. Kemudian penduduk Madinah kesulitan mendapatkan kurma, akhirnya Ibnu Umar mengeluarkan gandum.” HR. Al-Bukhari, Shahih Al-Bukhari, II:549, No. 1440; As-Sunan al-Kubra, IV:160, No. 7467)
Dalam riwayat Abu Dawud dan al-Baihaqi dengan redaksi:
فَأَعْوَزَ أَهْلُ الْمَدِينَةِ التَّمْرَ عَامًا فَأَعْطَى الشَّعِيرَ
“Kemudian penduduk Madinah sulit mendapatkan kurma pada suatu tahun, kemudian ia memberikan gandum.” (Lihat, Sunan Abu Dawud, II:113, No. 1615; As-Sunan al-Kubra, IV:164, No. 7468)
Sehubungan dengan amal Ibnu Umar di atas, Imam al-Baji berkata:
قَوْلُهُ كَانَ لَا يُخْرِجُ فِي زَكَاةِ الْفِطْرِ إِلَّا التَّمْرَ ؛ لِأَنَّهُ كَانَ قُوتَهُ وَقُوتَ أَهْلِ بَلَدِهِ بِالْمَدِينَةِ فَلِذَلِكَ كَانَ يَرَى أَنْ لَا يُجْزِيَهُ غَيْرَ التَّمْرِ وَكَانَ يَقْتَصِرُ عَلَى إخْرَاجِهِ وَيُحْتَمَلُ أَنَّهُ كَانَ يُخْرِجُهُ مَعَ التَّمَكُّنِ مِنْ الشَّعِيرِ وَيَقُوتُ بِهِ ؛ لِأَنَّهُ كَانَ يَرَى أَنَّ التَّمْرَ أَفْضَلُ مِنْهُ وَإِنْ كَانَ الشَّعِيرُ يُجْزِيهِ وَقَدْ قَالَ أَشْهَبُ أَحَبُّ إلَيَّ أَنْ يُخْرَجَ بِالْمَدِينَةِ التَّمْرُ وَوَجْهُ ذَلِكَ أَنَّهُ أَفْضَلُ أَقْوَاتِهِمْ ؛ لِأَنَّهُ لَا يَكَادُ يُقْتَاتُ فِيهَا إِلَّا التَّمْرُ أَوْ الشَّعِيرُ وَأَمَّا اقْتِيَاتُ الْقَمْحِ فَنَادِرٌ
“Perkataanya: ‘Dia (Ibnu Umar) dalam berzakat fitri tidak pernah mengeluarkan yang lain selain kurma,’ karena kurma adalah makanan pokoknya dan makan pokok penduduk Madinah, karena itu ia berpendapat bahwa zakat fitri itu tidak memadai dengan yang lain selain kurma, dan ia membatasi zakat fitri hanya pada kurma. Dan dapat dimaknai pula bahwa, ia mengeluarkan kurma—padahal gandum pun berkedudukan sebagai makanan pokoknya—karena ia berpendapat bahwa kurma lebih utama daripada gandum, meskipun dengan gandum memadai pula. Sungguh Asyhab berkata, ‘Kurma lebih aku sukai untuk dikeluarkan di Madinah.’ Dan aspek pertimbangan itu bahwa kurma adalah makanan pokok mereka yang lebih utama, karena hampir tidak ada makanan di sana selain kurma dan gandum. Adapun makanan pokok berupa qamh (biji gandum) maka jarang.” (Lihat, al-Muntaqa Syarh al-Muwatha, II:45)
Dari sini dapat diambil kesimpulan, sebagaimana dinyatakan Ibnu Hajar, bahwa mereka (para sahabat) dalam berzakat fitri mengeluarkan jenis makanan pokok yang paling utama, dan kurma lebih utama daripada yang lainnya. (Lihat, Fath al-Bari Syarh Shahih al-Bukhari, III:376)
Pertimbangan bahwa kedua jenis makanan: kurma dan gandum, pada waktu itu lebih mudah didapat atau biasa dimiliki secara umum lebih diperkuat dengan sejumlah data faktual yang menunjukkan bahwa pada praktiknya para sahabat memperluas jenis makanan dari yang “ditetapkan” oleh Nabi saw.
Ibnu Umar menjelaskan:
كَانَ النَّاسُ يُخْرِجُونَ عَنْ صَدَقَةِ الْفِطْرِ فِي عَهْدِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَاعًا مِنْ شَعِيرٍ أَوْ تَمْرٍ أَوْ سُلْتٍ أَوْ زَبِيبٍ
"Dahulu orang-orang mengeluarkan zakat fitrah di zaman Nabi saw. sebesar satu sha' sya’iir (gandum), tamr (kurma), atau Sult (sejenis gandum yang berwarna putih tak berkulit) atau Zabiib (anggur kering)." (HR. An-Nasai, Sunan An-Nasai, V:53, No. hadis 2516; As-Sunan Al-Kubra, II:28, No. hadis 2295)
Abu Said al-Khudriy menjelaskan:
كُنَّا نُخْرِجُ زَكَاةَ الْفِطْرِ صَاعًا مِنْ طَعَامٍ أَوْ صَاعًا مِنْ شَعِيرٍ أَوْ صَاعًا مِنْ تَمْرٍ أَوْ صَاعًا مِنْ أَقِطٍ أَوْ صَاعًا مِنْ زَبِيبٍ
“Kami mengeluarkan zakat fitrah 1 sha makanan atau 1 sha sya’ir (gandum), atau tamr (kurma), atau aqith (susu kering/keju), atau Zabiib (kismis/anggur kering).” (HR. Al-Bukhari, Shahih Al-Bukhari, II:548, No. hadis 1439)
Dalam redaksi lain
كُنَّا نُخْرِجُ فِي عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَاعًا مِنْ تَمْرٍ أَوْ صَاعًا مِنْ شَعِيرٍ أَوْ صَاعًا مِنْ أَقِطٍ لَا نُخْرِجُ غَيْرَهُ
"Kami pernah mengeluarkan zakat fitrah di masa Rasulullah saw. sebesar satu shaa' kurma, satu shaa' gandum atau satu shaa' susu kering. Kami tidak mengeluarkan yang lain." (HR. An-Nasai, Sunan An-Nasai, V:53, No. hadis 2518)
Mengapa jenis makanannya diperluas? Kata Abu Sa’id:
كَانَ طَعَامَنَا الشَّعِيرُ وَالزَّبِيبُ وَالْأَقِطُ وَالتَّمْرُ
“sya’ir (gandum), Zabib (kismis/anggur kering), aqith (susu beku/keju), dan tamr (kurma) adalah makanan kami” (HR. Al-Bukhari, Shahih Al-Bukhari, II:548, No. hadis 1439)
Sehubungan dengan itu, meskipun Rasulullah saw. menetapkan zakat fitrah dengan dua jenis makanan: kurma & gandum, namun bila muzakki berzakat dengan zabiib (anggur kering) dan aqith (keju) maka penyerahan zakat mereka tetap diterima. Ibnu Umar menjelaskan:
أَمَرَنَا رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- أَنْ نُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ كُلِّ صَغِيرٍ أَوْ كَبِيرٍ وَحُرٍّ وَمَمْلُوكٍ صَاعًا مِنْ تَمْرٍ أَوْ شَعِيرٍ قَالَ وَكَانَ يُؤْتَى إِلَيْهِمْ بِالزَّبِيبِ وَالأَقِطِ فَيَقْبَلُونَهُ
“Rasulullah saw. telah memerintahkan kepada kami agar mengeluarkan zakat fitrah atas anak kecil dan dewasa, orang merdeka dan hamba sahaya, sebesar satu shaa' kurma atau satu shaa’ syair (gandum). Dan diserahkan kepada mereka zabiib dan aqith, maka mereka tetap menerimanya.” (HR. Al-Baihaqi, As-Sunan al-Kubra, IV:175, No. 7528)
Berbagai keterangan di atas menunjukkan bahwa:
Para sahabat memahami hadis Nabi tentang zakat fitrah itu tidak secara mantuq (makna tersurat), namun secara mafhum (makna tersirat), 
Para sahabat memahami hadis itu bukan sebagai takhsis (pengkhususan), hal itu terbukti dengan diperluas jenis makanannya, 
Secara ekonomi, jenis pangan yang dimiliki oleh publik di zaman sahabat sudah lebih berkembang daripada zaman Nabi.
Kedua, dilihat dari sisi mustahiq
Kedua jenis makanan itu (kurma & gandum) lebih bermanfaat untuk orang miskin waktu itu sebagai thu’matan. Dalam hadis diterangkan:
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ فَرَضَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ زَكَاةَ الْفِطْرِ طُهْرَةً لِلصَّائِمِ مِنَ اللَّغْوِ وَالرَّفَثِ وَطُعْمَةً لِلْمَسَاكِينِ
Dari Ibnu Abas, ia berkata, “Rasulullah saw. mewajibkan zakat fitrah sebagai pensuci bagi yang saum dari ucapan sia-sia dan kotor dan sebagai makanan bagi orang miskin.” (HR. Abu Dawud, Sunan Abu Dawud, I:585, No. Hadis 1609; Ibnu Majah, Sunan Ibnu Majah, I:585, No. Hadis 1827; Ad-Daraquthni, Sunan Ad-Daraquthni, II:138, No. Hadis 1)
Para ulama menjelaskan:
وَطُعْمَةً وَهُوَ الطَّعَامُ الَّذِي يُؤْكَلُ
“Dan kata thu’mah ialah makanan yang disantap.” Dengan perkataan lain, thu’matan adalah makanan mudah saji dan siap santap. (Lihat Al-Ihkam Syarh Ushul al-Ahkam, II:172)
Dengan demikian berdasarkan pendekatan bayan lit tanshish (keterangan penjelas atau prioritas), dapat disimpulkan bahwa yang menjadi pokok kewajiban zakat fitrah itu bukan “barangnya” melainkan “nilainya”, yaitu 1 sha’. Sehubungan dengan itu, Abu Sa’id al-Khudriyi mengatakan:
لاَ أُخْرِجُ أَبَدًا إِلاَّ صَاعًا
“Saya tidak akan mengeluarkan zakat fitri selamanya kecuali sebesar 1 sha’.”
Ukuran 1 sha’ dapat dikonversi dalam ukuran isi (liter), berat (Kg), dan harga (Rp atau mata uang lainnya). Konversi ukuran itu pernah dilakukakan oleh Mu’awiyah sebagaimana diterangkan dalam hadis sebagai berikut:
قَالَ إِنِّي أَرَى أَنَّ مُدَّيْنِ مِنْ سَمْرَاءِ الشَّامِ تَعْدِلُ صَاعًا مِنْ تَمْرٍ فَأَخَذَ النَّاسُ بِذَلِكَ
Ia berkata, “Saya memandang bahwa 2 mud gandum Syam senilai dengan 1 sha kurma.” Maka orang-orang mengambil konversi itu. (HR. Muslim, Shahih Muslim, II:678, No. hadis 985; Abu Dawud, Sunan Abu Dawud, II:113, No. hadis 1616; Al-Baihaqi, As-Sunan Al-Kubra, IV:165, No. hadis 7490)
Atas dasar pertimbangan di atas, hemat kami, para tabi’in sebagai murid shahabat Nabi saw., seperti Umar bin Abdul Aziz, al-Hasan al-Bishri, dan Atha telah menetapkan zakat fitrah oleh harga/uang (dirham). Waktu itu Umar bin Abdul Aziz menetapkan nilai 1 sha = ½ dirham. (lihat, Mushannaf Ibnu AbiuSyaibah, II:398)
Bisa anda Baca: Doa Wudhu


Senin, 13 April 2015

contoh surat undangan resmi

Contoh surat resmi - Surat resmi adalah surat yang digunakan untuk sesuatu urusan yang sifatnya resmi baik itu untuk perseorangan, instansi, maupun organisasi. Secara sederhana itulah pengertian surat resmi. Jika anda adalah seorang karyawan atau staf perusahaan mungkin tertarik melihat artikel lainnya silahkan baca di contoh surat bisnis. Kembali ke topik bahasan, pada artikel kali ini akan saya bagikan contoh surat undangan resmi  baik itu untuk perusahaan maupun untuk kegiatan sekolah. Sebelum ke contoh, saya perlu juga kita ketahui beberapa ciri ciri dan format penulisan dalam membuat surat resmi berikut di bawah ini
Silahkan anda Baca: harga Samsung Tab 3


Ciri ciri surat resmi

  1. Menggunakan kop atau kepala surat (umumnya untuk organisasi/instansi)
  2. Terdapat nomor surat, lampiran dan perihal
  3. Mengguanakan bahasa indonesia yang baik dan benar / sesuai dengan EYD
  4. Menyertakan stempel atau cap dari lembaga

Format surat resmi

  1. Kop / Kepala Surat
  2. Tanggal 
  3. Nomor Surat
  4. Lampiran 
  5. Hal
  6. Alamat Tujuan
  7. Salam Pembuka
  8. Isi Surat
  9. Salam Penutup
  10. Pengirim
  11. Tembusan
  12. Inisial


    Contoh surat undangan resmi perusahaan


    Nomor : …
    Hal         : Undangan Rapat
    Lampiran  : -
      
    Kepada Yth:
    Bapak Irwan setyawan
    Manajer Marketing
    PT Pantang Mundur

    Di tempat

    Dengan hormat,

              Sehubungan dengan akan dilaksanakannya acara peringatan ulang tahun perusahaan, maka bersama ini kami mengundang seluruh Manajer PT Pantang Mundur untuk hadir dalam rapat persiapan yang akan dilaksanaka pada:

    hari/tanggal : Sabtu, 10 Mei 2014
    waktu : 10.00 – 11.30 WIB
    tempat : Gedung Serbaguna

              Demikian undangan ini kami sampaikan, mengingat pentingnya acara ini maka Bapak/Ibu dimohon kehadirannya tepat pada waktunya. Atas perhatiannya, kami ucapkan terima kasih.

    Hormat kami,
      
    Ketua Panitia



    Khairul Anam

    Contoh surat undangan resmi sekolah


    OSIS SMA Negeri 5 Surabaya
    Jl. Kusumabangsa No. 21 Surabaya
       
    Surabaya,11 April 2014
    No         : 01/OSIS/UND EX/V/14
    Lamp : -
    Hal         : Undangan PORSENI (Pekan Olahraga dan Seni)

    Kepada Yth
    Pengurus OSIS
    SMAN 9 Surabaya
    Jl. Kusumabangsa No. 21 Surabaya


    Dengan hormat,

              Sehubungan dengan akan berakhirnya tahun ajaran 2010/2014,kami selaku pengurus OSIS SMA Negeri 5 Surabaya memohon kehadiran perwakilan sekolah untuk mengikuti berbagai perlombaan yang akan diselenggarakan pada:

    hari : Senin,17 April 2014 - Kamis,20 April 2014
    waktu : Pukul 08.00 WIB s/d selesai
    tempat : Lapangan SMA Negeri 5 Surabaya
    acara : PORSENI (Pekan Olahraga dan Seni)

              Karena cukup pentingnya acara tersebut,kami mengharapkan kedatangan para perwakilan sekolah dan dapat hadir tepat waktu.

    Hormat kami
       


    Nur Indah Pratiwi

    Contoh Surat Permohonan Bantuan Dana

    Contoh surat permohonan - Sama seperti surat - surat lainnya yang memiliki banyak jenis dikarenakan tujuan dan fungsi yang berbeda dan sudah saya buat sebelumnya baik dalam bentuk panduan, tips, dan sekaligus contohnya. Kali ini mengenai surat permohonan yang pada intinya tujuannya adalah sama yaitu isinya tentang permohonan akan tetapi isi surat mungkin berbeda sesuai dengan permohonan apa yang ingin anda tuangkan dalam bentuk surat permohona tersebut, apakah itu permohonan bantuan dana atau permohonan menggunakan tempat untuk kegiatan dan lainnya dan pada artikel contoh surat kali ini saya akan berbagi 2 contoh surat permohonan yang paling sering dibutuhkan, digunakan, dan dicari oleh kebanyakan orang yaitu contoh surat permohonan izin dan contoh surat permohonan bantuan.


    Sebenarnya 2 contoh surat tersebut sangat terkait dengan beberapa artikel yang sudah saya publikasikan misalnya jika anda adalah seorang event organizer pasti yang anda cari adalah surat permohonan izin dan ini ada kaitannya dengannya artikel proposal kegiatan, jika anda merasa perlu silahkan baca di contoh proposal kegiatan begitu juga bagi anda yang mencari surat permohonan bantuan dana, saya rasa anda perlu membaca artikel contoh proposal bantuan dana karena biasanya surat perohonan bantuan dana terutama untuk pembangunan sekolah, tempat ibadah dan lainnya juga disertai dengan proposal yang tujuannya untuk menjelaskan hal hal yang berkaitan dengan pembangunan tersebut baik itu estimasi dana maupun yang lainnya

    Kembali ke topik...Berikut di bawah ini adalah 2 contoh surat permohonan yang sudah saya sebutkan di atas

    Anda Bisa Baca Juga: harga Samsung Tab 3

    Contoh Surat Permohonan Bantuan Dana


    Kepada Yang Terhormat,
    Bapak/Ibu/Saudara (i) .................................
    di-
       Tempat

    Assalamu'alikum Wr. Wb.
    Salam sejahtera kami ucapkan, semoga kita senantiasa dalam lindungan Allah S.W.T dan mendapatkan berkah serta kemudahan rizqi dari-Nya, Amin.

    Sehubungan dengan rencana perbaikan bangunan Masjid Takwa Desa Asri, Kec. Rindang dengan estimasi dana yang dibutuhkan sesuai dengan rapat panitia pembangunan yakni berjumlah sekitar Rp 200.000.000 (Dua Ratus Juta Rupiah), dengan ini kami sangat mengharap Bapak/Ibu/Saudara (i) agar kiranya berkenan memberikan bantuan dana seikhlasnya.

    Pemberian bantuan dana dapat diserahkan kepada :
    1. Ketua Panitia Pembangunan (H. Ahmad Baihaqi)
    2. Bendahara (Hary Setyadi)

    Demikian surat permohonan bantuan ini dibuat. Atas perhatian dan kerjasamanya disampaikan terima kasih. Semoga amalan serta ibadah kita senantiasa diterima oleh Allah Swt, Amin.

    Wassalamu'alikum Wr. Wb

    Desa Asri, 20 Mei 2014


    Panitia Pembangunan Masjid Takwa



    H. Ahmad Baihaqi Wahyu Saputra


    Ketua                                     Sekretaris


    Contoh Surat Permohonan Izin Tempat Kegiatan


    Bandung, 1 Agustus 2014  
    No                    : 05/IV/2014
    Hal                   : Permohonan Ijin Penyelenggaraan Kegiatan
    Lampiran          : -

    Kepada Yth. Ketua RW 005
    Di tempat

    Dengan hormat, Dalam rangka merayakan HUT Republik Indonesia yang ke-69, kami selaku pengurus karang taruna  RW 04 bermaksud untuk mengadakan kegiatan pertandingan sepak bola pada :

    Hari                  : Minggu
    Tanggal             : 15 Agustus 2014
    Waktu              : Pkl 08.00 WIB – selesai
    Tempat : Lapangan sepak bola RW 04  


    Demi suksesnya acara tersebut, kami selaku pengurus karang taruna dan sekaligus sebagai panitia kegiatan tersebut meminta ijin dan persetujuan untuk menggunakan lapangan sepak bola RW 005, sehingga acara tersebut dapat berjalan dengan lancar.


    Demikian surat ini kami buat, atas ijin yang diberikan kami ucapkan terima kasih.

    Ketua Karang Taruna RW 05

    Heru Darmawan
    Dari 2 contoh surat permohoana di atas semoga dapat memberi pengetahuan tentang cara membuat surat permohonanyang baik dan benar dan semoga saja contoh contoh tersebut sesuai dengan apa yang anda cari karena seperti apa yang saya ungkapkan di awal tadi bahwa tujuan surat permohonan pada intinya sama akan tetapi memiliki perbedaan pada isi namun konsep penulisannya tetap seperti di atas

    Surat permohonan baik itu surat permohonan bantuan dana maupun izin tempat biasanya dibarengi dengan pembuatan proposal dan jika anda butuh referensi bagaimana membuat proposal kegiatan atau proposal bantuan dana bisa anda simak melalui link tautan di awal artikel